Osenka's Mosaic

Tiny Pieces Make Difference

Film : Goodbye Lenin! (2003)

film jerman, germany movie

film jerman, germany movie

Oke, saya kali ini akan bercerita tentang sebuah film Jerman yang berjudul Goodbye, Lenin! Film ini film yang cocok buat ditonton keluarga (tapi hati-hati sama anak-anak, ada beberapa scene yang gak boleh diliat).

Anda yang akrab dengan hal-hal berbau PD II atau Perang Dingin dan ideologi-ideologi pada jaman itu, pasti tau siapa itu Lenin. Yep, Vladimir Lenin, Bapak Komunisme Rusia (Soviet). Flashback sedikit, ideologi komunisme yang dijunjung Soviet sudah merambah ke berbagai negara di dunia, termasuk Jerman. Sejak tahun 1945 (akhir PD II) Jerman terbagi menjadi dua, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Jerman Barat merupakan bagian dari Sekutu (Prancis, UK, USA) sedangkan Jerman Timur dikendalikan oleh Uni Soviet. Kedua wilayah ini kemudian kembali bergabung pada tahun 1990 yang ditandai dengan runtuhnya Tembok Berlin yang sebelumnya memisahkan kedua wilayah.

Kembali ke film. Film ini menceritakan kisah sebuah keluarga di Jerman Timur. Sang Ibu merupakan pendukung fanatik dari ideologi sosialisme dan menentang hal-hal yang berbau barat. Suatu hari di tahun 1989, sang Ibu ini terkena serangan jantung waktu melihat anak laki-lakinya (Alex) mengikuti demo besar-besaran untuk mempromosikan bersatunya kedua republik yang terpisah (Jerman Barat saat itu lebih maju secara teknologi, ekonomi dan kesejahteraan dibandingkan Jerman Timur).

Di sinilah mulai kisah sedihnya. Sang Ibu koma hingga 9 bulan. Saat akhirnya sadar, dokter memberitahukan bahwa sang Ibu hanya punya sedikit kemungkinan untuk hidup lama. Dokter juga memberitahu Alex dan kakak perempuannya agar menjaga sang Ibu agar tidak mengalami kejadian apapun yang bisa memicu serangan jantungnya karena sekecil apapun ia terkejut, akibatnya bisa fatal.

Padahal selama 9 bulan sang Ibu koma, banyak hal yang terjadi : runtuhnya Tembok Berlin; anak perempuannya yang menikah dan punya seorang anak; Alex yang bekerja di sebuah perusahaan TV satelit; dll.

Runtuhnya Tembok Berlin ini membawa perubahan drastis bagi negaranya, mulai dari masuknya budaya-budaya barat yang membawa perubahan pada style berpakaian; acara tv; teknologi; pergantian mata uang dll. Alex sadar kalau ibunya tidak boleh tau hal terbaru tentang negaranya, yaitu runtuhnya ideologi sosialisme di Jerman dan dunia.

Maka mulai saat itu Alex mulai bersandiwara dan mengubah seluruh kehidupannya. Mulai dari membuat acara berita palsu, mendekor ulang rumahnya (padahal semua perabotan sudah dibuang), memutus semua perangkat komunikasi dengan dunia luar (antena radio dan tv dipatah, koran disingkirkan), membongkar tempat sampah dan ke tukang loak untuk mencari pakaian atau kemasan makanan dari jaman sosialisme (makanan dari jaman sosialisme sudah tidak produksi lagi), dll. Hidup mereka kembali ke jaman dulu, jaman sebelum kemajuan barat masuk.
repacking food
Alex memindahkan kopi dari kemasan asli ke kemasan kopi era sosialisme (bungkusnya dapat ngejarah di rumah kosong)

Sandiwara mereka gak selalu berjalan mulus. Misalnya waktu sang Ibu melihat spanduk besar Coca Cola di gedung dekat rumah mereka, atau waktu sang Ibu berjalan-jalan keluar apartemen dan melihat patung Lenin dibuang dari taman.

making fake news 2
Alex dan temannya lagi buat siaran berita palsu buat menjelaskan kenapa ada spanduk besar Coca Cola di gedung dekat apartemen mereka
making fake news

mother saw lenin
Sang Ibu melihat patung Lenin yang dipindahkan dari taman

making fake news in library
Alex shooting siaran pidato kenegaraan nebeng lokasi di perpustakaan umum, sampai dimarahin orang-orang di sana

Endingnya… Gak akan saya ceritakan, no spoiler here, hehehe.

Dari film ini, saya mendapat kesan yang sangat dalam. Alex rela melakukan apapun, bagaimanapun caranya, semua demi ibunya. Dia sangat sayang pada ibunya walaupun semua orang menentang ide dan perbuatannya. Sungguh anak yang berbakti menurut saya. Walaupun memang cara-cara yang dilakukannya agak radikal dan semuanya melibatkan kebohongan, tapi itu menurut saya adalah tipe white lies.
Film ini membuat saya jadi merenung. Kalau saya ada dalam situasi seperti Alex, apa saya mampu melakukan semua hal seperti yang dia lakukan demi ibunya?

Osenka over and out.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: