Osenka's Mosaic

Tiny Pieces Make Difference

Dua Tipe Manusia Pemaaf

Tulisan ini sebenernya curhatan temen saya yang dikirim melalui email dan sudah saya minta izinnya untuk dipublish di sini.

————————-

Aku mau share sedikit tentang pengamatanku. Memang gak bisa dijadikan acuan untuk sesuatu dan gak ilmiah soalnya aku bukan ahli, tapi cuma mau ngasih pandangan sedikit tentang sifat-sifat orang di sekelilingku.

Well, setiap orang pernah bikin kesalahan, sengaja atau gak. Biasanya orang akan minta maaf atas kesalahannya itu. Kemudian kepada orang yang dimintai maaf, timbul beberapa respons, entah baik dengan memberikan maaf atau juga gak peduli. Aku klasifikasikan berdasarakan sifat pemaafnya, ada 2 tipe, pemaaf dan bukan pemaaf. Aku ambil contoh ekstremnya.

a. A Forgiving Person (Pemaaf)

Aku punya sahabat yang tipe ini. Dia super pemaaf. Dia gak pernah marah atau jarang sekali marah dan selalu minta maaf walaupun bukan dia yang salah. Waktu ada orang yang berbuat salah, ia langsung memaafkannya walaupun orang yang salah itu gak minta maaf. Tipe ini gak punya dendam, dia cuma senyum waktu ada yang minta maaf sama dia dan langsung ngelupain kesalahan orang itu.

Pernah sekali aku bikin kesalahan yang bener-bener besar sama dia. Aku tau dia sakit hati, tapi aku tau dia selalu kesampingkan rasa sakit hatinya itu supaya bisa maafin aku. Aku heran waktu aku datang ke dia dan sikapnya bener-bener seperti gak ada sesuatu. Waktu aku minta maaf dia cuma senyum dan bilang, “udahlah lupain aja, jadikan pelajaran aja”

Padahal boleh dibilang aku khianati dia (bukan khianatin kayak orang pacaran gitu, ini lebih dalem lagi) Aku pernah tanya ke dia kenapa dia bisa sebaik itu. Begini dialognya :

Aku : kamu kok bisa pemaaf banget?

Dia : sebenernya sifatku gak seperti ini juga. Bagi sebagian orang memaafkan itu adalah hak dan pilihan. Aku lebih suka menganggapnya sebagai keharusan. Dosa terbesar aja bisa dimaafkan Tuhan. Siapa sih aku yang berhak buat gak memaafkan kesalahan orang. Kita sama-sama manusia, aku gak lebih tinggi derajatnya dari kamu atau siapapun juga. Lagian aku juga pernah salah, aku tau rasanya bersalah dan minta maaf ke orang.

Aku : tapi memangnya kamu gak pernah sakit hati?

Dia : pernah. Sering. Tapi kalau cuma sakitnya aja yang diingat, ya gak ada habisnya. Yang ada kita jadi ingat apa yang buruknya aja. Kadang-kadang orang kalau udah marah lupa segalanya, padahal orang yang dimarahinya mungkin pernah berjasa buat dia, paling gak, berbuat baik sama dia. Menurutku, sakit hati bukan alasan aku bisa ngelupain semua kebaikan yang pernah orang buat ke aku. Just be possitive.

Aku : tapi kan susah juga kalau kesalahannya emang keterlaluan… Harus punya hati yang bener-bener baik dan kepala dingin.

Dia : liat ke dalam diri sendiri. Kita juga bisa bikin kesalahan yang sama, dan kalau kita minta maaf, apa yang diharapkan? Posisikan kamu jadi yang salah, dan cuma mau dimaafkan…

Aku suka banget sama sifat sahabatku ini. Dia selalu jaga hubungan kami supaya tetep baik. Kami sering ribut, argumen-argumen kecil atau besar. Setiap kami ribut, dia selalu minta maaf padahal kita berdua tau jelas bukan dia yang salah. Dia bilang dia gak suka ribut, dia mau jaga hubungan baik jadi dia minta maaf dan ngajak baikan.

Image

B. An Ignorant
Aku pakai istilah ignorant (cuek) soalnya tipe ini susah banget buat maafin orang. Contohnya kakakku sendiri. Sifatnya dia :
– waktu ada masalah dan ribut, dia bakalan cuek sama orang itu SIAPAPUN orangnya
– waktu dia bikin salah dan orang itu marah atau cuekin dia, dia jadi ikut cuekin orang itu dan marah juga. Dengan kata lain, gak bisa kalau ada yang marah sama dia, dia gak suka
– kayak yang di atas, kalau ada yang marah sama dia dan dia minta maaf tapi gak dimaafin, dia marah dan bakal bilang “yang jelas aku udah minta maaf, terserah kamu deh”
– kalau ada yang bikin masalah, dia bakalan cuek sama orang itu. Kalau orang itu maaf dia bakalan diem aja. Intinya, marahnya lama.

KRITIK

A. Orang tipe ini memang baik tapi cenderung terlalu baik. Dari apa yang aku amati, kalau gak hati-hati orang tipe ini gampang dimanfaatkan orang lain karena kebaikannya. Bisa aja ada orang lain yang bikin salah ke dia dan ngulangin kesalahan yang sama berkali-kali. Kamu pasti tau maksudku. Orang tipe ini selalu mencari kebaikan dalam diri orang lain. Kalau pada orang yang salah, dia bisa dimanfaatkan buat sesuatu yang pastinya merugikan dirinya sendiri. Memang baik untuk selalu memaafkan orang tapi berilah batasan. Jangan sampai kamu ngerasain sakit yang sama dari orang yang sama. Beberapa orang gak tau diri dan gak pernah nyesal, jadi pahami juga sifat orang, kalau mereka termasuk yang gak pernah nyesal, tinggalin aja.

B. Orang tipe ini cenderung egois. Orang lain gak boleh salah sedikit, dia akan marah. Kalau saya bilang, harus pintar-pintar berhubungan sama orang yang seperti ini. Dari yang sudah kutulis di atas tentang sifat yang ketiga, jika dia meminta maaf dan tidak dimaafkan atau belum dimaafkan, dia hanya sampai di situ saja. Dia tidak minta maaf lagi. Hhhhhhhh, mungkin kamu yang punya pengalaman dengan orang seperti ini tau rasanya.

Untuk orang tipe B, buka hati sedikit, kamu terlalu mikirin kemarahanmu. Orang-orang juga wajar bikin salah. Untuk hal-hal yang kecil, apa perlu marah dalam waktu lama? Jangan terlalu egois. Jangan heran kalau suatu saat kamu akan ditinggalkan orang lain karena sifatmu itu…
————————-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 15, 2012 by in Random and tagged , , , , .
%d bloggers like this: